Trik Wisata Korea Murah ala Flashpacker

November 6, 2018
news

 

Kamu pasti sudah sering mendengar istilah backpacker atau liburan dengan cara backpacking yang murah hanya dengan bermodal tas ransel dan budget paling minim. Tapi tahukah kamu kalau ada juga tips berlibur dan melakukan wisata Korea murah ala flashpacker? 

 

Sebenarnya apa itu “flashpacker”? Flash pada kata flashpacker bukan berarti cepat – yang nantinya adalah orang yang melakukan packing liburannya dengan cepat (duh, ini kudu banget dikasih applause deh kalau ada yang bisa packing super cepat), kata flash di sini related dengan kata fancy yang pada akhirnya akan berarti sedikit mewah atau dalam bahasa Inggris disebut “flashy” atau berkilau/bling-bling. Jadi bila digabungan akan menjadi Flashy Backpacker – Flashpacker. Lalu dimana letak perbedaannya dengan backpacker?

 

Flashpacker menjadi tren di tahun 2013-an menyusul kepopuleran Backpacker. Banyak yang bilang Flashpacker adalah Backpacker versi upgrade. Bagi kamu yang pernah backpacker ke negara tetangga, mungkin pernah mengalami mencari tiket low cost carrier termurah saat promo, tida perlu membawa koper dan check-in baggage dan tidak perduli jika pesawat tidak menyediakan makanan/snack di dalam perjalanan. Hanya bawa beberapa potong baju untuk liburan.

Namun, bagi kalangan flashpacker yang rata-rata berusia 25-40 tahun, menghabiskan 8 jam perjalanan udara dan pergi ke Korea tanpa membawa koper dan menyiapkan kuota bagasi adalah hal yang sangat disayangkan. Ya kali udah jauh ke korea tapi enggak sempat nyetok masker unyu-unyu yang dibeli di myeongdong. Sedangkan jatah cabin baggage hanya 7 tahun. SO, jika dibandingkan backpacker para penganut flashpacker akan pilih tiket full board seperti garuda, ctahay, korean air atau asiana dan sebagainya yang sudah punya kuota bagasi bawaan minimal 23 g.

Kalau backpacker yang rata-rata masih berjiwa bebas dan lepas, enggak masalah kalau tidur di hostel area hongdae yang berisi 9 orang dalam sekamar. Tidur di bunkbed juga bukan masalah, karena toh malah dapat teman-teman sekamar baru dari berbagai negara. Flashpacker di usia yang jauh lebih matang, memiliki budget lebih untuk menginap. Guesthouse dengan kapasitas 2 orang dewasa dalam kamar dan kamar mandi private di dalam adalah batas minimum untuk bisa tidur nyaman. Jika budget ada lebih banyak, tidak segan untuk sekalian upgrade ke hotel 3* – malah makin kece buat OOTD di feed Instagram.

Ingin paket yang sudah termasuk semuanya? Klik di sini untuk pilihannya.

Flashpacker sangat menghargai waktu. Semakin sedikit waktu yang terbuang untuk transportasi, maka akan semakin lama stay dan eksplorasi suatu area tertentu. Bayangkan jika kamu ingin pergi ke Nami Island dan petite france yang lokasinya di luar Seoul. Untuk ke sana butuh 2 jam sekali jalan. Untuk menggunakan transportasi umum cukup mudah, namun masih harus meluangkan waktu booking kereta, cari shuttle bus dan cari tiket sendiri. Kalau high season maka harus bergantian dan menunggu giliran. Jika dengan harga yang selisih sedikit dibandingkan dengan pakai one day package yang sudah menyediakan bus PP, tiket masuk pre-book dan guide bahasa Inggris di dalam tour, bukankah jauh lebih bijak menggunakan opsi tersebut? 

 

Bingung mau kemana aja itinerary harian di Korea? Klik di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *